.jpg)
Salah satu spesies Cenderawasih adalah Lesser Bird of Paradise atau juga dikenal dengan nama Cendrawasih kuning kecil. Burung ini berukuran sedang dengan panjang sekitar 32 cm, berwarna merah-coklat dengan mahkota kuning dan punggung atas kuning kecoklatan.
Burung jantan memiliki tenggorokan berwarna zamrud-hijau tua, sepasang ekor panjang dan dihiasi dengan bulu hiasan sayap yang berwarna kuning di daerah pangkal berwarna putih di daerah luarnya. Burung betina berukuran lebih kecil dari burung jantan, memiliki kepala berwarna coklat tua, dada berwarna putih dan tanpa dihiasi bulu-bulu hiasan. Daerah penyebarannya meliputi seluruh hutan hujan dataran rendah bagian utara Papua Nugini, dan pulau-pulau di dekat Misool dan Yapen, Provinsi Papua, Indonesia.
Burung ini secara umum diberi nama “Lesser Bird of Paradise” dengan nama ilmiah Paradisaea minor. Paradisaea (Latin, berarti surga atau nirwana); minor (Latin, berarti kecil). Lesser Bird of Paradise ini merupakan keluarga Paradisaeidae. Ada sekitar 24 spesies yang salah satunya adalah Lesser Birds of Paradise.
Lesser Bird of Paradise yang jantan maupun betina rata-rata panjangnya 23 cm (tidak termasuk sulur tengahnya). Jantan dewasa kepala dan punggungnya berwarna kuning, tubuh dan sayapnya coklat, bulu sayap coklat dengan ekor berwarna putih dan kuning.Lesser Bird of Paradise sangat atraktif dan perilakunya “ramah” mengagumkan.
Lesser Bird of Paradise termasuk pemakan segala dan makanannya sebagian besar terdiri dari buah-buahan, serangga, dan siput. Burung ini bersifat endemik pada tempat tinggalnya dan tidak berpindah-pindah.
Beberapa spesies dari Lesser Bird of Paradise ini terancam punah akibat perburuan untuk diambil bulunya yang warna-warni yang digunakan dalam berbagai pakaian dan ritual.
Perusakan habitat, terutama pembabatan hutan yang juga mengancam kelangsungan hidup mereka.
Lesser Bird of Paradise masih dikategorikan “lower risk”, namun habitatnya—hutan hujan tropis Papua Nugini dan Papua semakin mengancam dan menghilang dengan cepat.
Saat ini burung ini mendapatkan perlindungan hukum, dan perburuan diizinkan hanya untuk memenuhi kebutuhan upacara penduduk suku lokal.
Lesser Bird of Paradise berkembang biak sekitar Juli-Februari. Burung betina membuat sarang dan berdiam sendirian. Di situ mereka bertelur sampai 20 butir. Sarangnya besar dengan bagian atas terbuka yang berada di cabang-cabang pohon. Burung ini, selain dapat bertahan di dataran rendah dan hutan perbukitan, hutan rawa, juga dapat beradaptasi dengan lingkungan yang dibuat manusia di ketinggian 0-1550m.*****
Burung jantan memiliki tenggorokan berwarna zamrud-hijau tua, sepasang ekor panjang dan dihiasi dengan bulu hiasan sayap yang berwarna kuning di daerah pangkal berwarna putih di daerah luarnya. Burung betina berukuran lebih kecil dari burung jantan, memiliki kepala berwarna coklat tua, dada berwarna putih dan tanpa dihiasi bulu-bulu hiasan. Daerah penyebarannya meliputi seluruh hutan hujan dataran rendah bagian utara Papua Nugini, dan pulau-pulau di dekat Misool dan Yapen, Provinsi Papua, Indonesia.
Burung ini secara umum diberi nama “Lesser Bird of Paradise” dengan nama ilmiah Paradisaea minor. Paradisaea (Latin, berarti surga atau nirwana); minor (Latin, berarti kecil). Lesser Bird of Paradise ini merupakan keluarga Paradisaeidae. Ada sekitar 24 spesies yang salah satunya adalah Lesser Birds of Paradise.
Lesser Bird of Paradise yang jantan maupun betina rata-rata panjangnya 23 cm (tidak termasuk sulur tengahnya). Jantan dewasa kepala dan punggungnya berwarna kuning, tubuh dan sayapnya coklat, bulu sayap coklat dengan ekor berwarna putih dan kuning.Lesser Bird of Paradise sangat atraktif dan perilakunya “ramah” mengagumkan.

Beberapa spesies dari Lesser Bird of Paradise ini terancam punah akibat perburuan untuk diambil bulunya yang warna-warni yang digunakan dalam berbagai pakaian dan ritual.
Perusakan habitat, terutama pembabatan hutan yang juga mengancam kelangsungan hidup mereka.
Lesser Bird of Paradise masih dikategorikan “lower risk”, namun habitatnya—hutan hujan tropis Papua Nugini dan Papua semakin mengancam dan menghilang dengan cepat.
Saat ini burung ini mendapatkan perlindungan hukum, dan perburuan diizinkan hanya untuk memenuhi kebutuhan upacara penduduk suku lokal.
Lesser Bird of Paradise berkembang biak sekitar Juli-Februari. Burung betina membuat sarang dan berdiam sendirian. Di situ mereka bertelur sampai 20 butir. Sarangnya besar dengan bagian atas terbuka yang berada di cabang-cabang pohon. Burung ini, selain dapat bertahan di dataran rendah dan hutan perbukitan, hutan rawa, juga dapat beradaptasi dengan lingkungan yang dibuat manusia di ketinggian 0-1550m.*****
>> Lihat Video CENDERAWASIH
SKRIPSI [S1]: TESIS [S2]: DISERTASI [S3]: