Penyakit anjing mengancam harimau Sumatera

Harimau Sumatera

Virus distemper yang mematikan tidak membatasi diri pada anjing dan kerabat mereka lagi. Pada tahun 2000, penyakit ini telah dilaporkan menjangkiti semua keluarga karnivora darat dari racoons, hyena hingga singa. Sekarang, penyakit ini mengancam harimau sumatera (Panthera sumatrae), spesies yang terancam punah.

The International Union for Conservation of Nature memperkirakan populasi yang berkembang biak yang dapat diamati dari harimau sumatera hanya 176-271 ekor dari total populasi 400 sampai 500 di pulau Sumatera Indonesia. Tanda-tanda meresahkan wabah virus distemper (CDV, canine distemper virus) dapat mengancam bertahan hidup harimau Sumatera, demikian laporan BBC.

ANALISIS: Mengamati jelajah harimau di Sumatera

Kerusakan otak akibat CDV dapat menyebabkan harimau kehilangan rasa takut alami mereka terhadap manusia. Kucing-kucing itu akan berjalan ke desa-desa atau tidak mau melarikan diri dari pemburu ilegal. Dalam kedua kasus, harimau biasanya berakhir ditembak. Beberapa kasus perilaku ini telah dicatat di Sumatera, tetapi dokter hewan belum mampu untuk menguji CDV pada harimau yang berkeliaran.

"Ancaman-ancaman besar dihadapi harimau yang kehilangan habitat dan degradasi dan perburuan, tapi saya pikir ancaman besar ketiga sekarang adalah mungkin penyakit, terutama CDV," kata John Lewis, direktur Wildlife Vets Internasional, BBC.

Pada bulan September, Lewis akan bekerja dengan tim dokter hewan Indonesia untuk mengembangkan sistem untuk memantau CDV dan menemukan laboratorium dimana sampel dapat dianalisis.

"Setelah kita punya pedoman maka kita mulai bekerja dan mencoba untuk merancang semacam strategi mitigasi, dan itu tidak akan mudah," kata Lewis.

Virus distemper membunuh kebanyakan hewan yang terinfeksi. Sebuah makalah di Journal of Zoo and Wildlife Medicine mencatat bahwa penyakit ini menduduki peringkat kedua setelah rabies untuk tingkat kematian dan telah diidentifikasi dalam semua keluarga karnivora darat: Canidae, Felidae, Hyaenidae, Mustelidae, Procyonidae, Ursidae, dan Viverridae.

Sebuah studi dalam Journal of Veterinary Diagnostic Investigation didokumentasikan infeksi CDV menewaskan 17 singa, harimau dan macan tutul di kebun binatang. Para dokter hewan percaya harimau telah tertular penyakit itu setelah memakan racoons yang terinfeksi. Sebuah studi serupa di Clinical and Vaccine Immunology memastikan bahwa CDV telah menewaskan sedikitnya 19 singa dan harimau di Swiss selama beberapa dekade terakhir.*****


Sumber: http://news.discovery.com/



SKRIPSI [S1]: SKRIPSI [S1]:

Adm. Bisnis
Adm. Publik
Agama
Akuntansi
Antropologi
Bahasa & Sastra
Biologi
Ekonomi
Farmasi
Fisika
Geografi
Hub. Internasional
Hukum

Info & Komputer
Kebidanan
Kedokteran
Kehutanan
Keperawatan
Kesehatan
Kimia
Komunikasi
Lingkungan
Manajemen
Matematika
Musik
Olahraga

Pendidikan
Pertanian
Politik
Psikologi
Sejarah
Sosiologi
T. Arsitektur
T. Elektro
T. Geologi
T. Industri
T. Mesin
T. Sipil
Turisme

TESIS [S2]:

Adm. Bisnis
Adm. Publik
Agama
Akuntansi
Antropologi
Bahasa & Sastra
Biologi
Ekonomi
Farmasi
Filsafat
Fisika
Geografi

Hub. Internasional
Hukum & Notariat
Info. & Komputer
Kedokteran
Kehutanan
Kelautan
Keperawatan
Kesehatan
Kimia
Komunikasi
Lingkungan
Manajemen

Matematika
Musik
Olahraga
Pendidikan
Perenc. Wilayah
Perikanan
Pertanian
Politik
Psikologi
Sejarah
Sosiologi
Teknik
Turisme

DISERTASI [S3]:    

Adm. Bisnis
Adm. Publik
Agama
Akuntansi
Antropologi
Bahasa & Sastra
Biologi
Ekonomi
Farmasi
Filsafat
Fisika
Geografi

Hub. Internasional
Hukum
Info. & Komputer
Kedokteran
Kehutanan
Kelautan
Keperawatan
Kesehatan
Kimia
Komunikasi
Lingkungan
Manajemen

Matematika
Musik
Olahraga
Pendidikan
Perikanan
Pertanian
Politik
Psikologi
Sejarah
Sosiologi
Teknik
Turisme

Tidak ada komentar:

Posting Komentar