GORILA

 

Perilaku sosial

Perilaku Gorila Gunung (mountain gorilla) sangat sosial, dan bertempat tinggal relatif tetap dengan kelompoknya yang beranggotakan kira-kira 12 ekor, terdiri dari satu atau lebih silverback (Punggung Perak) jantan dominan, beberapa remaja Punggung Hitam (black back) jantan, dan anak-anak.

Gorila Gunung tinggal bersama dengan ikatan kuat untuk waktu yang lama antara jantan dan betina dewasa. Hubungan antara para betina relatif longgar (Stewart dan Harcourt, 1987). Kelompok ini non-teritorial; Punggung Perak biasanya lebih mempertahankan kelompok daripada wilayahnya. Pada Gorila Gunung Virunga, rata-rata kekuasaan Punggung Perak adalah 4,7 tahun (Robbins, 1995). Gorila Punggung Perak biasanya digunakan untuk sebutan gorila jantan dominan (pemimpin).

Enam puluh satu persen (61%) kelompok terdiri dari satu jantan dewasa dan sejumlah betina dan 36% terdiri dari lebih satu jantan dewasa. Gorila-gorila sisanya merupakan kelompok-kelompok jantan yang tidak memiliki pasangan tetap, biasanya terdiri dari satu jantan yang sudah matang dan beberapa jantan muda (Harcourt, 1988).

Ukuran kelompok bervariasi antara lima hingga tiga puluh, dengan rata-rata sepuluh individu. Sebuah kelompok tipikal terdiri dari seekor punggung perak, yang merupakan pemimpin kelompok yang diterima semua; satu atau dua Punggung Hitam yang bertindak sebagai pengawal; tiga sampai empat betina yang telah matang secara seksual, yang biasanya terikat dengan Punggung Perak selama hidupnya; dan tiga hingga enam remaja dan bayi (Fossey, 1983).

Sebagian besar jantan dan kira-kira 60% dari betina meninggalkan kelompok lahirnya. Para jantan meninggalkan kelompoknya ketika mereka berumur kira-kira 11 tahun, dan sering proses pemisahan ini lambat: mereka lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kelompok hingga mereka meninggalkan kelompok secara bersama-sama (Lindsley dan Sorin, 2001).

Mereka mungkin melakukan perjalanan sendirian atau bersama dengan semua kelompok jantan selama 2-5 tahun sebelum mereka dapat menarik para betina untuk bergabung dengan mereka dan membentuk kelompok baru. Para betina secara khusus bermigrasi ketika mereka berumur kira-kira 8 tahun, baik pindah secara langsung pada sebuah kelompok yang sudah mapan maupun memulai sebuah kelompok baru dengan betina yang sendirian. Para betina sering berpindah ke kelompok yang baru beberapa kali sebelum mereka menetap dengan jantan Punggung Perak tertentu (Watts, 1990)

Silverback yang dominan umumnya menentukan gerakan kelompok, memimpin mereka ke tempat makan yang tepat sepanjang tahun. Dia juga menengahi konflik dalam kelompok dan melindungi mereka dari ancaman eksternal ("Kehidupan Gorila Gunung " 2002). Silverback yang berpengalaman mampu menyisihkan jerat pemburu liar dari tangan atau kaki anggota kelompok mereka (Berggorilla & Regenwald Direkthilfe [BRD]).

Dia adalah pusat perhatian selama waktu bersantai, dan gorila muda sering tinggal di dekatnya dan mengajaknya bermain-main. Jika seekor induk meninggal dunia atau meninggalkan kelompok, Silverback biasanya menjaga keturunannya yang ditinggalkan, bahkan membolehkan mereka untuk tidur di sarangnya (Stewart 2001). Gorila gunung hidup damai dan tenteram. Biasanya Anda akan menemukan sebuah kelompok yang penuh ceria, mengunyah daun, dengan toleran menjaga bayi yang riuh-rendah dan kentut terus menerus.

Apakah gorila agresif?

Konflik dan agresi yang berat jarang terjadi dalam kelompok-kelompok yang stabil, kekerasan serius umumnya terbatas ketika penyelundup menantang silverback untuk menguasai kelompok. Namun demikian itu sudah cukup untuk menimbulkan kesan bahwa gorila memiliki reputasi binatang hutan yang menakutkan, memukul-mukul dada dan biasanya mengejek seraya menyerang yang berarti menunjukkan perilaku untuk mengintimidasi. Tetapi ketika dua kelompok Gorila Gunung bertemu, silverbacks yang terkemuka kadang-kadang terlibat dalam pertarungan sampai mati, menggunakan taring mereka untuk melukai secara mendalam dan parah (Fossey 1983).

Untuk alasan ini, konflik yang paling sering diselesaikan adalah dengan menakut-nakuti dan perilaku ancaman lainnya yang ditujukan untuk menginti-midasi tanpa terjadi kontak fisik. Ungkapan perilaku ritual gorila unik (SNZP). Seluruh urutan ada sembilan langkah: (1) berteriak dari lambat ke cepat, (2) melempar tumbuh-tumbuhan, (3) melompat dengan kedua kaki, (4) makan simbolik, (5) memukul dan merobek tumbuhan, (6) satu sepakan kaki, (7 ) berlari menyamping dengan dua kaki kemudian empat kaki, (8) memukul dada dengan tangan tertangkup, dan (9) memukul tanah dengan telapak tangan untuk mengakhiri ungkapan perilaku (Maple dan Hoff 1982).

Ikatan sosial gorila

Periode istirahat siang adalah waktu yang penting untuk membangun dan memperkuat hubungan dalam kelompok. Saling merawat memperkuat ikatan sosial, dan membersihkan rambut agar bebas dari kotoran dan parasit adalah tidak umum di kalangan gorila seperti pada primata lain, meskipun gorila betina merawat keturunan mereka secara teratur. Gorila muda lebih sering bermain dan arboreal dibandingkan gorila dewasa besar. Bermain membantu mereka belajar bagaimana berkomunikasi dan berperilaku dalam kelompok. Kegiatannya meliputi gulat, mengejar dan jungkir balik. Silverback dan gorila betina mentolerir dan bahkan berpartisipasi jika didorong (SNZP).

Suara gorila

Gorila adalah binatang yang mempunyai tingkat kepandaian tinggi. Beberapa penyelidikan menunjukkan bahwa gorila bisa berkomunikasi dengan menggunakan bahasa sandi. Contohnya adalah gorila Koko dan Michael. Gorila adalah binatang yang pemalu dan sosial. Dalam menjalin hubungan sosial, gorila banyak menggunakan komunikasi suara (vokal).

Terdapat dua puluh lima vokalisasi yang berbeda yang dapat diidentifikasi dari gorila, banyak yang digunakan terutama untuk komunikasi kelompok dalam vegetasi yang lebat. Suara-suara yang diklasifikasikan yang paling sering didengar saat bepergian adalah dengusan dan lolongan, dan menunjukkan keberadaan anggota kelompok individu (Harcourt et al. 1993). Suara-suara itu juga digunakan selama interaksi sosial ketika disiplin diperlukan. Jeritan dan auman melengking atau peringatan, paling sering dilakukan oleh silverbacks. Sendawa yang dalam dan bergemuruh menunjukkan kepuasan dan sering terdengar selama makan dan periode beristirahat. Hal ini adalah bentuk paling umum dari komunikasi intra kelompok (Fossey 1983).

Karena penelitian yang luas yang dimulai oleh Dr Fossey dan sejak dijalankan oleh Dian Fossey Gorilla Fund International dan kelompok konservasi gorila lain, Gorila Gunung adalah salah satu yang paling dimengerti daripada semua gorila. Konsensus umum dari orang-orang yang bekerja sama dengan Gorila Gunung adalah bahwa mereka umumnya damai dan lembut.

Ini tidak berarti bahwa mereka tidak akan sesekali mengancam, berteriak atau menunjukkan gigi mereka, kepada pihak pendatang atau di dalam kelompok itu sendiri. Sebagian besar tindakan Gorilla Gunung dimaksudkan sebagai peringatan, menangkal bahaya atau untuk mencegah perkelahian. Gorila gunung dapat berkomunikasi dalam berbagai cara, termasuk ekspresi wajah, suara, postur dan gerak tubuh. Ada ekspresi klasik memukul-mukul dada oleh gorila jantan, yang digunakan untuk menunjukkan perawakannya, menakut-nakuti lawan atau bahkan untuk mencegah perkelahian. Ketika Gorilla gunung merasa terancam mereka dapat membuat berbagai suara keras, menyerupai auman atau jeritan. Ekspresi wajah banyak digunakan sebagai komunikasi. Mulut terbuka dengan kedua gigi atas dan bawah menunjukkan perilaku agresi. Mulut tertutup dengan gigi terkatup berarti sinyal kemarahan.

Salah satu suara terbaik terdengar adalah ketika kelompok sedang beristirahat setelah periode makan. Gorila gunung sekitar menghabiskan 30% hari mereka untuk makan, 30% bergerak, dan 40% istirahat. Saat senja, mereka mempersiapkan diri untuk menetap di malam hari dan tidur di sarang yang terbuat dari tumbuhan yang ditarik ke bawah dan di sekitar mereka. Pembuatan sarang terutama dengan membengkokkan pohon lembut, mematahkan bambu tua dan jenis pohon lainnya yang memiliki daun lebar yang berfungsi sebagai selimut dan penahan dingin. Ibu gorila akan mencari tempat yang nyaman di mana punggung mereka dapat bersandar karena mereka menyusui bayi mereka dan berpelukan pada malam hari.

Gorila kebanyakan makan tumbuh-tumbuhan. Setiap hari gorila butuh sekitar 25 kilogram makanan yang teriri dari daun-daunan, bunga-bungan, biji-bijian, batang dan tangkai pohon, dan kuncup bunga. Kadang-kadang, gorila juga makan semut dan sejenis rayap. Karena mendapat cairan cukup dari makanannya, gorila sangat jarang minum.*****

*Berbagai sumber



SKRIPSI [S1]: SKRIPSI [S1]:

Adm. Bisnis
Adm. Publik
Agama
Akuntansi
Antropologi
Bahasa & Sastra
Biologi
Ekonomi
Farmasi
Fisika
Geografi
Hub. Internasional
Hukum

Info & Komputer
Kebidanan
Kedokteran
Kehutanan
Keperawatan
Kesehatan
Kimia
Komunikasi
Lingkungan
Manajemen
Matematika
Musik
Olahraga

Pendidikan
Pertanian
Politik
Psikologi
Sejarah
Sosiologi
T. Arsitektur
T. Elektro
T. Geologi
T. Industri
T. Mesin
T. Sipil
Turisme

TESIS [S2]:

Adm. Bisnis
Adm. Publik
Agama
Akuntansi
Antropologi
Bahasa & Sastra
Biologi
Ekonomi
Farmasi
Filsafat
Fisika
Geografi

Hub. Internasional
Hukum & Notariat
Info. & Komputer
Kedokteran
Kehutanan
Kelautan
Keperawatan
Kesehatan
Kimia
Komunikasi
Lingkungan
Manajemen

Matematika
Musik
Olahraga
Pendidikan
Perenc. Wilayah
Perikanan
Pertanian
Politik
Psikologi
Sejarah
Sosiologi
Teknik
Turisme

DISERTASI [S3]:    

Adm. Bisnis
Adm. Publik
Agama
Akuntansi
Antropologi
Bahasa & Sastra
Biologi
Ekonomi
Farmasi
Filsafat
Fisika
Geografi

Hub. Internasional
Hukum
Info. & Komputer
Kedokteran
Kehutanan
Kelautan
Keperawatan
Kesehatan
Kimia
Komunikasi
Lingkungan
Manajemen

Matematika
Musik
Olahraga
Pendidikan
Perikanan
Pertanian
Politik
Psikologi
Sejarah
Sosiologi
Teknik
Turisme

Tidak ada komentar:

Posting Komentar