Penyebab spesies terancam punah





Perusakan habitat

Planet yang kita huni terus berubah menyebabkan habitat berubah dan diubah. Perubahan-perubahan alamiah cenderung terjadi secara bertahap, biasanya hanya menyebabkan dampak yang kecil pada spesies-spesies individual. Namun, ketika perubahan terjadi pada irama yang cepat, cuma ada sedikit waktu atau tidak ada waktu sama sekali bagi spesies individual untuk bereaksi dan menyesuaikan diri dengan keadaan. Hal ini dapat menciptakan akibat-akibat yang merusak, dan karenanya hilangnya habitat dengan cepat merupakan penyebab utama spesies terancam punah.

Kekuatan yang paling besar hilangnya habitat dengan cepat adalah manusia. Hampir di setiap wilayah bumi telah dipengaruhi oleh aktivitas manusia, khususnya selama abad yang lalu. Hilangnya mikroba-mikroba di tanah yang sebelumnya mendukung hutan-hutan tropis, punahnya ikan dan berbagai spesies perairan di habitat-habitat yang terpolusi, dan perubahan iklim global yang disebabkan oleh terlepasnya gas-gas rumah kaca merupakan akibat dari aktivitas manusia.

Sulit bagi individu-individu untuk memahami akibat-akibat ulah manusia terhadap spesies-spesies tertentu. Juga sulit untuk mengidentifikasi atau memprediksi efek manusia terhadap spesies individu dan habitat, terutama selama seumur hidup manusia. Tetapi cukup jelas bahwa aktivitas manusia telah memberikan kontribusi terhadap spesies sehingga dalam bahaya (endangered).

Sebagai contoh, meskipun hutan tropis mungkin seolah-olah terlihat subur, hutan-hutan tersebut sebenarnya sangat rentan terhadap kerusakan. Hal ini karena tanah di mana mereka tumbuh kurang nutrisi. Ini dapat dilihat di bumi Kalimantan di mana tanah bekas galian batubara terlihat subur oleh tanaman, padahal yang tumbuh hanyalah ilalang. Mungkin diperlukan waktu berabad-abad untuk mengembalikan tumbuhnya hutan yang ditebang oleh manusia atau dihancurkan oleh api, dan banyak hewan dan tumbuhan yang sangat terancam punah di seluruh dunia tinggal di hutan ini. Jika tingkat kehilangan hutan terus berlanjut, sejumlah besar spesies tanaman dan hewan akan hilang.

Memperkenalkan spesies baru

Spesies-spesies asli adalah tanaman dan hewan yang merupakan bagian dari wilayah geografis tertentu, dan biasanya menjadi bagian dari lanskap biologis tertentu untuk jangka waktu yang panjang. Mereka beradaptasi dengan baik dengan lingkungan setempat dan terbiasa dengan kehadiran spesies asli lainnya dalam habitat umum yang sama. Namun, memperkenalkan spesies eksotik dari luar dapat mengganggu habitat bagi spesies asli karena spesies eksotik adalah penyusup. Spesies ini diperkenalkan ke lingkungan baru dengan cara aktivitas manusia, baik sengaja atau tidak sengaja. Penyusup ini dipandang oleh spesies asli sebagai unsur asing. Mereka mungkin tidak menyebabkan masalah nyata dan mungkin akhirnya dianggap sebagai alami oleh spesies asli di habitat itu. Namun, spesies eksotik juga dapat mengganggu dengan serius keseimbangan ekologi yang melekat dan dapat menghasilkan sejumlah konsekuensi yang tidak disengaja namun berbahaya.

Misalnya ketika peternak ikan di Amerika Serikat mengimpor ikan gurami dari China untuk membersihkan lumut yang merambah ke mana-mana di kolam ikannya. Namun tanpa disadarinya beberapa ikan itu terlepas akibat banjir. Kini ikan gurami itu berkembang biak dengan sangat masif. Ikan-ikan lokal terdesak bahkan mungkin dimangsa ikan gurami tersebut. Nelayan-nelayan ikan asli mengeluh karena hasil tangkapan mereka menurun drastis sedangkan ikan gurami tidak disukai untuk dikonsumsi oleh orang Amerika. Dampak buruk lain dari ikan gurami ini adalah sering mencelakakan penumpang perahu yang lewat di sungai. Ikan-ikan gurami yang bobotnya bisa mencapai 49 kg berloncatan seolah peluru-peluru torpedo. Ikan gurami ini akan berloncatan ke atas permukaan air jika mendengar suara gaduh, misalnya mesin perahu.

Hal yang terburuk dari konsekuensi yang tidak diinginkan namun berbahaya muncul ketika spesies eksotik yang diperkenalkan menyebabkan spesies asli dalam bahaya dengan memangsa mereka. Hal ini dapat mengubah habitat alami dan dapat menyebabkan kompetisi yang lebih besar untuk makanan. Spesies telah diperkenalkan secara biologis dengan lingkungan di seluruh dunia, dan efek yang paling merusak terjadi di pulau-pulau. Diperkenalkannya serangga, tikus, babi, kucing, dan spesies asing lainnya telah benar-benar menyebabkan terancamnya dan kepunahan ratusan spesies selama lima abad terakhir. Spesies eksotik tentu faktor yang penyebab yang membahayakan.

Hal inilah yang menyebabkan perdebatan panjang ketika otoritas di Australia berencana mendatangkan gajah-gajah Afrika untuk menghuni alam liar di Australia dengan maksud mengurangi kebakaran hutan yang sering terjadi.

Eksploitasi berlebihan

Suatu spesies yang menghadapi eksploitasi berlebihan mungkin akan menjadi sangat langka atau bahkan punah karena tingkat penggunaan spesies ini. Perburuan paus yang tidak terbatas selama abad 20 adalah contoh dari eksploitasi yang berlebihan, dan industri penangkapan ikan paus menangkap banyak spesies ikan paus yang populasinya sangat rendah. Ketika beberapa spesies paus hampir punah, sejumlah negara menyetujui untuk mematuhi moratorium internasional tentang penangkapan ikan paus. Karena moratorium ini, beberapa spesies paus, seperti ikan paus abu-abu, telah bertambah kembali dengan luar biasa, sementara yang lain tetap terancam atau hampir punah.

Karena perdagangan bagian hewan, banyak spesies terus menderita akibat tingginya tingkat eksploitasi. Bahkan saat ini, ada kebutuhan terhadap barang-barang seperti tanduk badak dan tulang dan kulit harimau di beberapa wilayah Asia. Hal ini menunjukkan adanya pasar yang kuat untuk obat-obatan tradisional yang terbuat dari bagian-bagian hewan.

Faktor-faktor lainnya

Penyakit, polusi, dan distribusi terbatas lebih banyak merupakan faktor yang mengancam berbagai spesies tanaman dan hewan. Jika suatu spesies tidak memiliki perlindungan alami terhadap patogen genetik tertentu, penyakit dapat memiliki efek yang parah pada species itu. Misalnya, rabies dan virus distemper saat ini menghancurkan populasi karnivora di Afrika Timur. Hewan domestik sering mengirimkan penyakit yang memengaruhi populasi liar. Hal ini menunjukkan lagi bagaimana aktivitas manusia menjadi akar penyebab yang paling membahayakan. Polusi memiliki dampak serius terhadap beberapa spesies darat dan air, dan distribusi yang terbatas sering merupakan konsekuensi dari ancaman lain. Populasi yang terbatas pada beberapa daerah kecil karena kehilangan habitat, misalnya, mungkin dipengaruhi secara merusak oleh faktor acak.

Dengan mengetahui penyebab-penyebab terancamnya spesies dari kepunahan, kita dapat mengambil tindakan-tindakan yang perlu baik secara individual maupun secara bersama. Karena, mencintai binatang adalah juga merupakan wujud cinta kepada Tuhan.*****


Sumber:www.endangeredspecie.com/causes_of_endangerment.htm (diolah).


SKRIPSI [S1]: SKRIPSI [S1]:

Adm. Bisnis
Adm. Publik
Agama
Akuntansi
Antropologi
Bahasa & Sastra
Biologi
Ekonomi
Farmasi
Fisika
Geografi
Hub. Internasional
Hukum

Info & Komputer
Kebidanan
Kedokteran
Kehutanan
Keperawatan
Kesehatan
Kimia
Komunikasi
Lingkungan
Manajemen
Matematika
Musik
Olahraga

Pendidikan
Pertanian
Politik
Psikologi
Sejarah
Sosiologi
T. Arsitektur
T. Elektro
T. Geologi
T. Industri
T. Mesin
T. Sipil
Turisme

TESIS [S2]:

Adm. Bisnis
Adm. Publik
Agama
Akuntansi
Antropologi
Bahasa & Sastra
Biologi
Ekonomi
Farmasi
Filsafat
Fisika
Geografi

Hub. Internasional
Hukum & Notariat
Info. & Komputer
Kedokteran
Kehutanan
Kelautan
Keperawatan
Kesehatan
Kimia
Komunikasi
Lingkungan
Manajemen

Matematika
Musik
Olahraga
Pendidikan
Perenc. Wilayah
Perikanan
Pertanian
Politik
Psikologi
Sejarah
Sosiologi
Teknik
Turisme

DISERTASI [S3]:    

Adm. Bisnis
Adm. Publik
Agama
Akuntansi
Antropologi
Bahasa & Sastra
Biologi
Ekonomi
Farmasi
Filsafat
Fisika
Geografi

Hub. Internasional
Hukum
Info. & Komputer
Kedokteran
Kehutanan
Kelautan
Keperawatan
Kesehatan
Kimia
Komunikasi
Lingkungan
Manajemen

Matematika
Musik
Olahraga
Pendidikan
Perikanan
Pertanian
Politik
Psikologi
Sejarah
Sosiologi
Teknik
Turisme

Tidak ada komentar:

Posting Komentar